Pijat refleksi pakai batu kerikil ?
Pengobatan yang murah dan efektif masih menjadi acuan untuk
masyarakat di daerah terutama masyarakat mengengah ke bawah. Mereka banyak kembali kepada pengobatan
tradisional sepanjang hal itu memungkinkan seperti penggunaan bahan-bahan yang
ada di alam sekitar (sebagai contoh tempuyung untuk mengobati kencing batu,
daun binahong untuk rematik, daun sirsak untuk kanker dan masih banyak lagi).
Pengobatan dengan menggunakan teknik pijat urut atau pijat
totok juga banyak dipraktekkan, yang dewasa ini semakin berkembang karena
memadukannya dengan teknologi (contoh pengguanaan alat dari logam yang beri
aliran listrik).
Oke lah semua itu memang tergantung kecocokan dan tentunya
melihat kondisi keuangan si sakit. Pengalaman: kalau bisa dengan biaya murah
kenapa tidak. Seperti yang saya alami
ketika mengalami sakit maag, selain mengkonsomsi air dari parutan kunyit juga
dengan memijat darah refleksinya. Karena sulit untuk memijat diri sendiri
akhirnya saya meletakkan batu kecil tidak bersudut (menghindari agar tidak
melukai) di daerah refleksi kaki yang kemudian dilekatkan dengan lakban
(selotif besar) sehingga jika berjalan ada tekanan seperti totok. Hal ini saya
lakukan setiap hari, kebetulan saya bekerja dilapangan sehingga memunginkan
saya lama di atas sepedamotor atau berjalan. Selang beberapa hari,
alhamdulillah saya mersakan keadaan lambung saya semakin membaik dan saya sudah
tidak merasakan sakit baik itu setelah makan atau terlambat makan.
Dengan pengalaman seperti di atas saya juga menerapkan untuk
penyakit lain seperti gejala amandel, karena kebetulan saya punya amandel. Saya
ikatkan kerikil kecil dipangkal jempol kaki (daerah refleksinya terletak di
bagian samping kiri dan kanan pangkal jempol kaki) menggunakan selotif dengan
cukup keras, saya lakukan sebelum tidur dan setelah bangun sakit amandelnya
sudah jauh berkurang, tidak nyeri lagi untuk menelan dan demampun hilang dengan
sendirinya. Bagi yang pernah amandel
pasti mengalami demam disertai pusing dan selalu ingin tidur.
So, why not pengalaman saya ini dicoba.. emang sih kelihatan
primitif .. hehehe.






0 komentar:
Posting Komentar