# Pengertian, Kaitan Dunia Pengobatan dan Perbedaannya dengan Obat Kimia
Pengertian Herbal
Kata
‘herbal’ tidak ditemukan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Bila kata
herbal berasal dari kata herba maka herba bermakna tumbuhan terna. Arti terna
yang saya lihat dalam kamus:
ter·na n tumbuhan dng batang lunak tidak berkayu atau
hanya mengandung jaringan kayu sedikit sekali sehingga pd akhir masa tumbuhnya
mati sampai ke pangkalnya tanpa ada bagian batang yg tertinggal di atas tanah
Dalam Bahasa Inggris kata herb
bermakna jamu atau dapat juga dimaknai sebagai tumbuhan bumbu atau rempah
(herbs)
Sedangkan dalam Wikipedia bahasa
Indonesia :
Di daerah tropika
banyak dijumpai terna yang tahunan, sementara di daerah beriklim sedang, terna
biasanya sangat bersifat musiman: bagian aerial (yang tumbuh di atas permukaan
tanah) luruh dan mati pada musim yang kurang sesuai (biasanya musim dingin) dan tumbuh kembali pada musim yang
sesuai.
Kadang-kadang terna juga
menghasilkan jaringan berkayu (terlignifikasi) pada bagian pangkal batang
utama.
Istilah "herba" dalam botani merujuk ke terna, namun dalam bidang pengobatan "herba" berarti bagian tumbuhan
segar atau berkadar air tinggi yang dipakai sebagai bahan penyegar (tonikum),
pengobatan, atau bahan penyulingan untuk diambil minyak
atsirinya.
Di masayarakat kita secara umum istilah ‘herbal’ selalu dihubungkan dengan dunia pengobatan yang menggunakan segala
jenis tumbuhan dan seluruh bagian-bagiannya yang yang mengandung satu atau
lebih bahan aktif yang dapat dipakai sebagai obat (therapeutic).
Herbalogi
Herbalogi berasal dari kata ‘Herba’ yang berarti tumbuhan dan ‘logi’ atau
‘logos’ yang berarti ilmu. Dengan demikian Herbalogi adalah ilmu yang
mempelajari segala sesuatu yang berkait dengan tumbuh-tumbuhan. Dalam dunia
pengobatan herbalogi dipahami sebagai sebuah konsep atau metode pengobatan dengan
menggunakan bahan-bahan yang berasal dari herba (tanaman obat).
Konsep Pengobatan Herbal
1.Pendekatan yang dipakai bersifat holistic. Tubuh manusia dipandang memiliki
suatu system harmoni yang selalu seimbang; tidak berfungsinya satu bagian tubuh
menyebabkan ketidakseimbangan dibagian tubuh yang lain. Jika tubuh tidak mampu
melakukan penyeimbangan kembali seperti keadaan semula, maka akan timbul suatu
penyakit. Salah satu tujuan dari pengobatan herbal adalah membantu tubuh
mengembalikan keharmonisan atau keseimbangan tubuh.
2.Selain dari faktor eksternal, pengobatan herba memahami bahwa dari dalam diri
manusia terdapat kekuatan penyembuh yang datang dari faktor Spiritual,
emosional, mental, dan fisikal. Kekuatan penyembuh tersebut dalam dunia medis
modern dikenal dengan Sistem Imun.
3.Sistem Imun menjadi penentu utama sehat atau sakitnya seseorang. Herbalogi
menaruh perhatian besar terhadap masalah imunity tersebut. Sehingga tujuan
pengobatan adalah diarahkan untuk “Improve and maintain body immune system
against external pathogen and pressure”.
4.Menggunakan semurni-murninya bahan dari herba sebagai obat, tanpa tambahan
zat kimia sintetis.
Perbedaan Pengobatan Herbal dengan
Pengobatan Kimia Sintetis
Konsep Pengobatan Herbal sangat berbeda dengan konsep pengobatan Modern (yang
biasanya menggunakan Kimia Sintetis sebagai obat). Misalnya dalam pengobatan
kimia sintetis penyebab penyakit adalah virus, bakteri, dan pathogen (mikro
organisme pembawa penyakit); sedangkan dalam pengobatan herbal, penyebab penyakit
adalah lemahnya system imun.
Perbedaan lainnya
mengenai Obat Herbal dengan Obat Kimia adalah sebagai brikut;
Obat Herbal :
1.Diarahkan pada sumber
penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang rusak.
2.Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali
organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.
3.Bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada
sumber penyebab penyakit.
4.Lebih diutamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit
komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerluakan pengobatan lama.
5.Reaksi lambat tetepi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun
kembali organ-organ yang rusak.
6.Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan
berpengalaman.
Obat Kimiawi :
1.Lebih diarahkan untuk
menghilangkan gejala-gejalanya saja.
2.Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.
3.Bersifat paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat
penyakit akan sembuh, bila tidak endapan obat akan menjadi racun yang
berbahaya.
4.Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh
pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut
dan lain-lain.
5.Reaksi cepat, namun bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain,
terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.
6.Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan
ginjal, mengakibatkan lemak darah.
7. Reaksi terhadap tubuh cepat